Apa yang menyebabkan tsunami Selat Sunda?

V9news Apa yang menyebabkan tsunami Selat Sunda? Masih banyak pertanyaan tentang apa yang menyebabkan tsunami yang melanda pantai di Lampung dan Banten pada Sabtu malam, menewaskan sedikitnya 168 dan melukai 750.

Kurangnya gempa bumi yang kuat atau letusan gunung berapi yang kuat menyebabkan Badan Meteorologi. Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada awalnya mengumumkan bahwa gelombang-gelombang itu bukan merupakan tsunami tetapi sebaliknya disebabkan oleh gelombang pasang. poker 99 

“BMKG belum mencatat gempa yang terjadi malam ini. Apa yang terjadi di Anyer Banten dan daerah sekitarnya bukanlah tsunami, tetapi gelombang pasang. Ada juga bulan purnama malam ini, yang menyebabkan gelombang pasang tinggi. Tetap tenang, ”kata BMKG di akun Twitter-nya pada Sabtu malam, dalam sebuah tweet yang sejak itu dihapus.

Baru beberapa jam kemudian diketahui bahwa ombak setinggi tiga meter, dan berpotensi disebabkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Yang terletak di tengah Selat Sunda yang membelah Sumatera dan Jawa.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati membenarkan ada tsunami tetapi tidak ada aktivitas tektonik di daerah tersebut. Dan mereka menduga tsunami disebabkan oleh letusan dari gunung berapi.

“Pada pukul 21:03 Sabtu malam Krakatau meletus lagi dan merusak seismometer terdekat, tetapi Stasiun Seismik Sertung mencatat getaran terus menerus,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Dia menambahkan bahwa sensor seismik di Cigeulis, Banten juga merekam aktivitas seismik yang berlangsung sekitar 24 detik.  deposit via pulsa

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan pihaknya masih mencari hubungan antara letusan Anak Krakatau dan tsunami. Dikatakan gunung berapi telah aktif sejak Juni dan letusan yang lebih kuat dari gunung itu tidak mengakibatkan tsunami.

“Untuk memicu tsunami sebesar itu, perlu ada tanah longsor besar yang jatuh ke laut dan itu membutuhkan sejumlah besar energi, yang belum terdeteksi oleh seismograf di pos pengamatan gunung berapi,” kata pusat itu dalam sebuah pernyataan pers.

Sebuah stasiun pemantauan gunung berapi di Pasauran, Pantai Anyer, yang terletak sekitar 40 kilometer jauhnya dari Anak Krakatau. Mencatat letusan lava ke bagian selatan gunung pada Sabtu malam, tetapi letusan itu dianggap terlalu kecil untuk menyebabkan tsunami.

Pakar tsunami Ahmad Muhari mengatakan ada dua kemungkinan penyebab tsunami: tanah longsor yang disebabkan oleh letusan Anak Krakatau atau perubahan mendadak dalam kondisi meteorologi, tetapi menambahkan bahwa kedua teori memiliki keterbatasan.

“Saat ini masih menjadi perdebatan buta karena kami memiliki informasi terbatas, hanya data pasang surut dari empat stasiun,” katanya kepada The Jakarta Post, Minggu.

“Jika tsunami disebabkan oleh tanah longsor dari letusan, kami akan berharap empat stasiun untuk merekam gelombang di sekitar waktu yang sama. Tetapi pengukur pasang di Pelabuhan Panjang di Lampung mencatatnya secara signifikan lebih lambat dari stasiun lain,” katanya , menambahkan bahwa tiga pulau di sekitar Anak Krakatau harusnya memblokir gelombang apa pun akibat letusan.

Faktor-faktor meteorologis juga bisa menyebabkan tsunami, kata Ahmad. Tetapi data BMKG tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan mendadak tekanan udara yang akan diperlukan untuk memicu “cuaca-tsunami.”

“Tetapi data menunjukkan bahwa ada kecepatan angin yang sangat tinggi dan ini bisa dikombinasikan dengan tanah longsor untuk memperburuk ukuran tsunami,” katanya.

Pihak berwenang terus berupaya untuk melacak korban yang selamat dan mengambil mayat almarhum pada hari Minggu.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui Twitter-nya @Sutopo_PN mengatakan bahwa pada hari Minggu pukul 1 malam. Agen itu mencatat setidaknya 168 orang tewas dan 750 lainnya luka-luka, sementara 35 lainnya hilang. Ratusan rumah dan bangunan lainnya hancur.

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru mengatakan bahwa berdasarkan data yang tersedia saat ini. Ia merasa bahwa tanah longsor bawah air adalah penjelasan terbaik untuk tsunami.

“Letusan Anak Krakatau mungkin menyebabkan getaran yang menyebabkan tanah longsor di lereng bawah air yang pada gilirannya memicu tsunami,” katanya kepada Post, Minggu.

Dia mengatakan bahwa sementara aktivitas gunung berapi tidak menunjukkan peningkatan intensitas yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Getaran berulang mungkin telah melemahkan salah satu lereng bawah air dan akhirnya menyebabkan tanah longsor.

“Ini masih interpretasi, kami membutuhkan lebih banyak informasi untuk mengkonfirmasi penyebab sebenarnya,” katanya.

 

 

Artikel ini dipersembahkan oleh V9POKER | V9NEWS – JUDI ONLINE – AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA – SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA – JUDI POKER ONLINE – JUDI CEME ONLINE – JUDI CAPSA ONLINE – JUDI DOMINO ONLINE – AGEN POKER ONLINE – AGEN CEME ONLINE – AGEN CAPSA ONLINE – AGEN DOMINO ONLINE – CAPSA SUSUN – JUDI CAPSA SUSUN – V9PORN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *