Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 7,2 Miliar untuk Pembebasan 2 WNI

Tebusan Rp 7,2 Miliar untuk Pembebasan 2 WNI

V9NEWS – Kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan dilaporkan meminta tebusan lebih dari Rp 7 miliar untuk pembebasan dua warga Indonesia.
Media The Straits Times, Jumat (22/2), melaporkan Abu Sayyaf meminta tebusan lebih dari 700 ribu dolar Singapura, atau sekitar Rp 7,2 miliar untuk pembebasan dua WNI asal Wakatobi bernama Hariadin dan Heri Ardiasyah, serta seorang warga Malaysia bernama Jari Abdulla.


Ketiga pria itu diculik saat bekerja menangkap ikan di perairan Sandakan, Sabah, Malaysia, pada 5 Desember tahun lalu. Sebelumnya, Abu Sayyaf memperlihatkan video ketiganya dengan keadaan mata tertutup dan tangan terikat, diancam dieksekusi dengan parang.


Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Abu Sayyaf memang melakukan penculikan dengan motif mendapatkan uang tebusan.
“Jadi pasti ada permintaan tebusan dalam jumlah. Salah satu strateginya dalam dua kasus terakhir adalah dengan memviralkan video melalui media di Malaysia. Jelas tujuannya mendorong publik untuk menekan pemerintahnya untuk memenuhi tuntutan penyandera,” kata Iqbal.

Menurut data Kemlu, kasus ini adalah penculikan ke-11 yang terhadap WNI di perairan Sabah, Malaysia, oleh Abu Sayyaf. Video semacam ini selalu disebarkan oleh penyandera dalam setiap kasus penyanderaan, untuk menekan keluarga.


Iqbal tidak menyebut berapa jumlah tuntutan Abu Sayyaf, namun dia mengatakan pemerintah Indonesia “selalu mengedepankan upaya diplomatik dalam pembebasan sandera.”

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri


Pemerintah Filipina juga menegaskan mereka memiliki kebijakan tidak akan membayarkan tebusan kepada teroris. Juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, Salvador Panelo, mengatakan pembayaran tebusan hanya akan jadi preseden buruk. DEPOSIT VIA PULSA


“Memberikan tuntutan teroris akan mendorong mereka menculik lebih banyak lagi, lalu membuat mereka bisa melakukan tindakan ekstremis dan kriminal karena bisa membeli senjata dan senapan lebih banyak,” kata Panelo, dikutip dari media Filipina ABS-CBN.


Abu Sayyaf yang berbaiat kepada ISIS pernah mengeksekusi mati beberapa sanderanya di masa lalu. Salah satunya adalah warga Jerman berusia 70 tahun yang dipenggal pada 2017 lantaran pemerintah Angela Merkel menolak bayar tebusan senilai Rp 8,4 miliar.
Panelo mengatakan saat ini militer Filipina tengah mengejar para penculik ke dalam hutan di Mindanao. “Mereka sedang dalam pelarian berkat perintah Presiden kepada militer untuk menghancurkan mereka,” kata Panelo.

Artikel ini dipersembahkan oleh | V9NEWSJUDI ONLINE AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA JUDI POKER ONLINE JUDI CEME ONLINE JUDI CAPSA ONLINE JUDI DOMINO ONLINE AGEN POKER ONLINE AGEN CEME ONLINE AGEN CAPSA ONLINE AGEN DOMINO ONLINE CAPSA SUSUN JUDI CAPSA SUSUN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *