Muncul Petisi Agar Pemilu di Sydney Diulang

Muncul Petisi Agar Pemilu di Sydney Diulang

V9NEWS – Kisruh terhadap pelaksanaan pemilu di Sydney, Australia, menghidupkan petisi di internet supaya sistem selanjutnya diulang. Dalam petisi disebut, ketidakmampuan PPLN diakui membuat ratusan orang tidak dapat pakai hak pilihnya.

Petisi di Change.org yang dibuat oleh akun “The Rock” itu menyebut ratusan warga Indonesia di Sydney tidak diizinkan melakukan haknya, padahal telah antre di depan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Townhall, Sydney.

“Proses yang panjang dan ketidakmampuan PPLN Sydney sebagai penyelenggara membuat antrean tidak dapat berakhir hingga jam 6 sore kala setempat. Sehingga ratusan orang yg telah mengantri kurang lebih 2 jam tidak dapat melakukan hak dan kewajibannya untuk pilih dikarenakan PPLN bersama sengaja menutup TPS pas jam 6 sore tanpa mengindahkan ratusan pemilih yg mengantri di luar,” bunyi petisi tersebut.

Petisi itu menuntut dilakukannya pemilu lagi 2019 di Sydney, Australia. “Besar harapan kita KPU, Bawaslu, dan Presiden Joko Widodo mampu mendengar, menyelidiki, dan menyetujui tuntutan kami. Sekian dan Terimakasih,” bunyi petisi itu.

Hingga berita ini diturunkan, sudah 20.612 orang meneken petisi dari tujuan 25.000 orang. DEPOSIT JUDI PULSA

Ada 22 TPS yang tersebar di Sydney. TPS1, TPS2, TPS3, dan TPS 4 berlokasi di gedung KJRI Sydney namun 18 TPS lainnya menyewa gedung. Kericuhan terjadi di TPS dengan gedung sewaan.

PPLN sudah mengatakan di awalnya bahwa penutupan TPS terjadi karena saat sewa gedung sudah habis, yakni pukul 18.00. Sementara pemilihan untuk DPKLN (Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri) baru boleh dijalankan pada satu jam paling akhir atau jam 17.00 sampai 18.00. GO-PAY

Gedung-gedung tak sekedar KJRI sebetulnya tersedia pertimbangan sewa gedung, tetapi memperhitungkan bahwa kendati jam pungut nada tutup jam 18.00, pasti tetap banyak warga yang udah di di dalam gedung yang harus senantiasa dilayani, jadi PPLN jauh hari udah minta kebijakan Pengelola gedung untuk bump out tidak tepat jam 18.00. Hal ini termasuk rekap dan merapihkan gedung,” kata anggota Sekretariat PPLN Sydney Hermanus Dimara, kepada kumparan.

KPU menyebutkan tetap menunggu panduan berasal dari panitia pengawas persoalan di Sydney. Pemungutan nada lagi dapat dijalankan jikalau dapat rekomendari berasal dari panitia pengawas (panwas) pemilu. POKER PULSA.

MENGINGINKAN PETISI ULANG

“Kami minta Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) berkoordinasi bersama dengan panwas di sana (Sydney). Kalau kita dapat panduan berasal dari panwas, dapat saja dibikin pemungutan nada ulang,” kata Komisioner KPU Ilham Saputra di Jakarta, Minggu (14/4), layaknya dikutip berasal dari Antara.

Sumber : Kumparan.com

Artikel ini dipersembahkan oleh | V9NEWS– JUDI ONLINE AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA JUDI POKER ONLINE JUDI CEME ONLINE JUDI CAPSA ONLINE JUDI DOMINO ONLINE AGEN POKER ONLINE AGEN CEME ONLINE AGEN CAPSA ONLINE AGEN DOMINO ONLINE CAPSA SUSUN JUDI CAPSA SUSUN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *